Belajar pemrograman Python Dasar

Hallo Kawan nama saya Demon Bee blog kali ini saya akan menjelaskan tentang Struktur Program Bahasa Python,,nah sekarang saya akan menjelaskan program bahasa Python dan contohnya,,oke langsung saja kita bahas.
1. Instalasi Python Lingkungan Python Dari http://www.tutorialspoint.com/python/python_environment.htm , terdapat beberapa lingkungan yang dapat dihuni Python. Berikut adalah beberapa lingkungan sistem operasi yang bisa dihuni Python:  Win 9x/NT/2000  Unix (Solaris, Linux, FreeBSD, AIX, HP/UX, SunOS, IRIX, dan lain - lain)  Macintosh (Intel, PPC, 68K)  OS/2  DOS  PalmOS  Nokia mobile phones  Windows CE  Acorn/RISC OS  BeOS  Amiga  VMS/OpenVMS  QNX  VxWorks  Psion  Python juga dirancang ulang di Java dan .NET Virtual Machine Install Python di Linux Unduh installer Python untuk Unix/Linux di http://www.python.org/download. Kemudian. Unduh source code Python yang dibungkus oleh zip dan ikuti alur pengunduhannya. Setelah diunduh kemudian ekstrak installer tersebut. Kemudian masuk kedirektori installer Python. Jika ada pengaturan khusus yang diinginkan, edit file Modules/Setup pada installer. Jika pengaturan sudah sesuai jalankan perintah ./configure. Hal ini dilakukan untuk konfigurasi installer Python pada sistem operasi kita. Setelah konfigurasi beres, jalankan perintah make untuk meng-compile installer Python. Setelah itu baru jalankan perintah make install untuk memulai proses instalasi. File ekskeusi Python akan diinstall di /usr/local/bin dan library nya diinstall di /usr/local/bin/pythonX.X. Kemudian jangan lupa untuk lakukan pengaturan path agar bisa
dieksekusi di shell. Berikut adalah beberapa pengaturan path pada beberapa shell :  pengaturan path di shell bash : export PATH=“$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter  pengaturan path di shell csh : setenv PATH “$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter  pengaturan path di shell ksh : PATH=“$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter Selain menggunakan source code Python dan diinstall secara manual seperti diatas. Anda bisa menginstall Python melalui packet manager jika sistem operasi yang Anda gunakan mendukung fitur tersebut seperti Ubuntu, Slackware, dan Fedora. Di beberapa sistem operasi kadang sudah tertanam di dalamnya dan langsung bisa digunakan seperti di Ubuntu dan Fedora. Install Python di Windows Unduh Python dari http://www.python.org/download. Kemudian unduh installer Python untuk Windows. Setelah berhasil mengunduh, klik dua kali installer tersebut. Ikuti alurnya sampai selesai. Setelah berhasil biasanya hasil instalasi Python disimpan di direktori C:/PythonX.X dimana X.X adalah versi dari Python yang digunakan. Kemudian agar Python bisa dieksekusi di cmd, akses Control Panel → System → Advanced → Environment Variables → Klik variabel yang dinamakan PATH di bagian System Variables kemudian pilih dan edit, tambahkan ;C\PythonX.X tanpa tanda petik. Kemudian tekan OK, dan siap dijalankan di cmd
2. Cara Menggunakan Python Menggunakan Python Interpreter Prompt dan Teks Editor Untuk menggunakan Python, kita bisa memilih dua cara yang umum digunakan, yaitu lewat Python Interpreter Prompt dan mengeksekusi file Python dari command line. Anda bisa menggunakan interpreter prompt untuk sekedar menulis program kecil, atau menguji coba modul – modul yang dimiliki Python. Untuk menggunakannya jika sistem operasi Anda sudah di-install Python, coba panggil perintah python melalui command line. Dan jika pengaturan path-nya sudah sesuai, akan muncul gambar seperti berikut:
<< gambar 2.1 python interpreter prompt>> 

 Untuk keluar dari mode interpreter prompt, gunakan kombinasi ctrl+d atau ctrl+z tekan enter. Lalu jika ingin menggunakan Python tanpa melalui interpreter prompt, Anda bisa menggunakan text editor yang Anda sering gunakan dan simpan file Python dengan ekstensi file *.py .Kemudian atur jarak tab pada text editor tersebut sebanyak empat satuan dan isi tab tersebut diganti dengan spasi atau memilih menu “replace by space”. Berikut adalah beberapa contoh text editor yang bisa digunakan untuk membuat program Python beserta menu untuk pengaturan tab.
Tampilan antarmuka Geany dan tempat pengaturan indentasinya :

 

<< gambar 2.2 Geany dan pengaturan tab-nya>>
 


 Tampilan antarmuka GEdit dan tempat pengaturan indentasinya :

 
<< gambar 2.3 GEdit dan pengaturan tab-nya>>





Tampilan antarmuka Komodo Edit dan tempat pengaturan indentasinya :



<< gambar 2.4 KomodoEdit dan pengaturan tab-nya >>

Jika Anda belum pernah belajar pemrograman Anda bisa gunakan GEdit atau Geany untuk
membuat file Python. Jika sudah pernah belajar pemrograman, Anda bisa pilih text editor manapun
sesuai selera.
Mencetak Informasi dengan Function “print”
Output digunakan pada program untuk memberikan feedback dan keadaan sebuah program, misal
hasil perhitungan, pertanyaan, daftar pengguna, dan grafik.. Tapi dalam sebuah program konsol,
output biasanya berupa teks yang dicetak dengan menggunakan function tertentu pada sebuah
bahasa pemrograman. Di Python untuk mencetak teks ke layar digunakanlah function print.
Function print ini akan mencetak string yang diinginkan. Ada banyak cara dalam menggunakan
print, berikut adalah contoh penggunaan print dalam sebuah program konsol :
listing : pakai_python_1.py

# mencetak sebuah kalimat




print "Aku sedang belajar bahasa pemrograman python"
# mencetak angka
print 6666
# mencetak variabel
sebuah_variabel = "Life is never float"
print sebuah_variabel
# mencetak langsung sebuah operasi bilangan
panjang = 10
lebar = 5
print (2 * panjang) + (2 * lebar)
# mencetak sebuah variabel dan string dengan menggunakan koma
nama = "Mario"
# dicetak diakhir
print "Nama saya adalah ", nama
# dicetak ditengah
print "Saya memainkan game Super ", nama, " bersama adik saya"
# dicetak diawal
print nama, " adalah karakter utama dalam permainan Super ", nama
# mencetak banyak baris
print "Belajar bahasa pemrograman"
print "Python itu mudah sekali"
print "karena sudah mempunyai dokumentasi yang lengkap"
# mencetak banyak baris dalam satu kali print
print "Belajar bahasa pemrograman \nPython itu mudah sekali \nkarena sudah mempunyai
dokumentasi yang lengkap"
# mencetak variabel pada string dengan format string
panjang = 10
lebar = 5
keliling = (2 * panjang) + (2 * lebar)
print "keliling dari (2 * %d) + (2 * %d) adalah %d " % (panjang, lebar, keliling)



Jika kode diatas dieksekusi, akan tampil output seperti berikut :








<< gambar 2.5 hasil eksekusi
pakai_python_1.py >>


Menerima Masukan Data dengan Function “raw_input” dan “input”
Selain output tentu saja dalam membuat sebuah program Anda membutuhkan fitur untuk meminta
input dari user . Fitur tersebut berguna untuk menciptakan interaksi antara user dan program yang
Anda bangun. Di Python, untuk menerima input ada beberapa cara yang biasa digunakan :
raw_input, function ini berguna untuk menerima input dari user yang akan selalu dikonversi
kedalam string. Misal Anda memberikan input berupa “Belajar Python”. Maka data tersebut akan
ditampung sebagai string utuh. Kemudian pada raw_input, terdapat satu parameter yang akan
dijadikan pertanyaan atau perintah tertulis saat meminta input. Jika Anda ingin memberikan input
berupa angka, saat memasukkan angka tersebut tidak boleh lebih dari satu angka. Hal ini
disebabkan karena ketika menggunakan raw_input, sekalipun yang diberikan adalah angka tetap
akan dianggap string. Apabila Anda memberikan input satu angka kepada raw_input, Anda harus
mengkonversinya dengan function int, float, long, atau beberapa function konversi ke angka
lainnya sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Coba perhatikan kode dibawah ini :
listing : pakai_python_2.py
nama = raw_input('masukkan nama anda : ')
panjang = raw_input("panjang : ")
lebar = raw_input("y : ")





print "Nama Anda adalah ", nama
luas = int(panjang) * int(lebar)
print " %d * %d = %d" % (int(panjang), int(lebar), luas)
Jika kode diatas dieksekusi, maka akan muncul output seperti berikut :



<< gambar 2.6 hasil eksekusi pakai_python_2.py >>

input, function ini digunakan untuk menerima input sesuai dengan data yang diberikan oleh user.
Tidak seperti raw_input yang menerima input dan dianggap string. Saat memberikan input kepada
raw_input, Anda tidak perlu menggunakan aturan penulisan untuk tipe data tertentu. Sedangkan di
input Anda harus mengikuti aturan penulisan untuk memasukkan input dari tipe data tertentu.
Sebagai contoh dibawah terdapat beberapa contoh aturan penulisan saat akan memberikan data
dengan tipe data tertentu kepada input.

listing : pakai_python_3.py.



# meminta input boolean : coba masukkan True
variabel_bool = input('masukkan data boolean : ')
print "isi variabel_bool : ", variabel_bool
# meminta input float : coba masukkan 3.14
variabel_float = input('masukkan data float : ')
print "isi variabel_float : ", variabel_float
# meminta input string : coba masukkan “lagi belajar python”
variabel_string = input('masukkan data string : ')
print "isi variabel_string : ", variabel_string
# meminta input octal : coba masukkan 010
variabel_octal = input('masukkan data octal : ')
print "isi variabel_octal : ", variabel_octal
# meminta input hexa : coba masukkan 0x114
variabel_hexa = input('masukkan data hexa : ')
print "isi variabel_hexa : ", variabel_hexa
# meminta input long : coba masukkan 123456789123456789L
variabel_long = input('masukkan data long : ')
print "isi variabel_long : ", variabel_long
# meminta input dictionary : coba masukkan {'nama':'luffy', 'hobi':'makan', 'asal':'east blue'}
variabel_dict = input('masukkan data dictionary : ')
print "isi variabel_dict : ", variabel_dict
# meminta input list : coba masukkan [1, 2, 3, 4, 5]
variabel_list = input('masukkan data list : ')
print "isi variabel_list : ", variabel_list
# meminta input tuple : coba masukkan (1, 2, 3, 4, 5)
variabel_tuple = input('masukkan data tuple : ')
print "isi variabel_tuple : ", variabel_tuple
Jika kode diatas dieksekusi, akan muncul output seperti berikut :



<< gambar 2.7 hasil eksekusi pakai_python_3.py >>

Contoh diatas memperlihatkan sebuah perbedaan penggunaan raw_input dengan input. Data
yang didapat dari raw_input harus dikonversikan dengan built-in function untuk tipe data tertentu.
Sedangkan data yang didapat dari input tidak perlu dikonversikan, tapi saat memasukkan data harus
mengikuti aturan penulisan untuk tipe data tertentu.

Hal Lain yang Harus Diingat dalam Penggunaan Python.

Selain itu terdapat beberapa karakter khusus yang dinamakan escape character. Berikut adalah
daftar beberapa escape character yang terdapat di Python :





Pada kode diatas listing pakai_python_1.py, terdapat sebuah simbol %d di dalam perintah print.
Simbol tersebut dinamakan string formatter yang berfungsi untuk mencetak data sesuai dengan
format yang diinginkan pada string yang disisipi simbol tersebut. Berikut adalah daftar beberapa
string formatter yang disediakan Python:


Kemudian tak lupa kalau di Python sendiri saat sedang menggunakan interpreter prompt,Anda bisa
menggunakan function help() untuk melihat struktur sebuah objek atau perintah – perintah di
Python. Misal Anda bisa melihat bantuan tentang perintah print maka Anda harus mengetikkan:

>> help('print')
The ``print`` statement
***********************
print_stmt ::= "print" ([expression ("," expression)* [","]]
 | ">>" expression [("," expression)+ [","]])
``print`` evaluates each expression in turn and writes the resulting
object to standard output (see below). If an object is not a string,
it is first converted to a string using the rules for string
conversions. The (resulting or original) string is then written. A
space is written before each object is (converted and) written, unless
the output system believes it is positioned at the beginning of a
line. This is the case (1) when no characters have yet been written
to standard output, (2) when the last character written to standard
output is a whitespace character except ``' '``, or (3) when the last
write operation on standard output was not a ``print`` statement. (In
some cases it may be functional to write an empty string to standard
output for this reason.)
Note: Objects which act like file objects but which are not the built-in
 file objects often do not properly emulate this aspect of the file
 object's behavior, so it is best not to rely on this.
A ``'\n'`` character is written at the end, unless the ``print``
statement ends with a comma. This is the only action if the statement
contains just the keyword ``print``.
Standard output is defined as the file object named ``stdout`` in the
built-in module ``sys``. If no such object exists, or if it does not
have a ``write()`` method, a ``RuntimeError`` exception is raised.
``print`` also has an extended form, defined by the second portion of
the syntax described above. This form is sometimes referred to as
"``print`` chevron." In this form, the first expression after the
``>>`` must evaluate to a "file-like" object, specifically an object
that has a ``write()`` method as described above. With this extended
form, the subsequent expressions are printed to this file object. If
the first expression evaluates to ``None``, then ``sys.stdout`` is
used as the file for output.
(END)

Untuk keluar dari mode bantuan tersebut tekan tombol “q”. Sekarang kita coba lihat bantuan
mengenai struktur data list:

>> help('list')
Help on class list in module __builtin__:
class list(object)
 | list() -> new empty list
 | list(iterable) -> new list initialized from iterable's items
 |
 | Methods defined here:
 |
 | __add__(...)
 | x.__add__(y) <==> x+y
 |
 | __contains__(...)
 | x.__contains__(y) <==> y in x
 |
 | __delitem__(...)
 | x.__delitem__(y) <==> del x[y]
 |
 | __delslice__(...)
 | x.__delslice__(i, j) <==> del x[i:j]
 |
 | Use of negative indices is not supported.
 |
 | __eq__(...)
:[]

Dengan demikian sekalipun tidak ada koneksi internet, Anda tetap bisa terus membuat program
Python dengan dibantu help() yang sudah disediakan oleh Python.
Tipe data yang terdapat pada kode – kode diatas akan dijelaskan lebih lanjut pada bab berikutnya.